Apakah MSG aman untuk kesehatan ?

Masih menjadi polemik yang berkepanjangan ditengah –tengah masyarakat luas , baik itu kalangan peneliti , dokter ,maupun masyarakat awam sebagai konsumen dari MSG . Ada baiknya kita mengenal lebih jauh apa itu MSG. MSG atau monosodium glutamat atau mononatrium glutamate adalah garam natrium dari asam glutamate, pertama kali ditemukan oleh professor Kikunae Ikeda melalui penelitiannya pada tahun 1908. Dari hasil penelitinya tentang sifat – sifat garam glutamat seperti kalsium, magnesium, dan kalium glutamat, serta unsur mineral dan logam lainnya yang terkandung dalam garam tersebut, sodium glutamat adalah yang paling mudah larut, mudah di kristalkan dan mempunyai rasa sedap. Hasil temuannya ini kemudian disebut dengan monosodium glutamate, dan mulai diproduksi dalam skala besar pada tahun 1909. Awalnya MSG diekstrak dari rumput laut, namun karena banyaknya permintaan pasar maka sejak tahun 60an MSG diproduksi dari tebu, tepung jagung, beras, singkong, dan bahan lainnya. Menurut hasil beberapa penelitian baik di luar maupun dalam negeri menunjukan bahwa mengkonsumsi MSG berlebihan dapat menimbulkan beberapa gejala yang tidak baik bagi kesehatan. Kelebihan kadar glutamate dalam tubuh akan mempengaruhi cara kerja otak oleh karena paparan glutamate justru melemahkan syaraf –syaraf neuron dan daya ingat. Kadar glutamate yang tinggi juga akan berpengaruh terhadap retina mata, namun proses ini terjadi sangat lamban hingga sulit dideteksi pada awalnya. Sejak tahun 70an sudah terjadi banyak kasus ‘MSG allergy’, yang juga disebutkan Chinese Restaurant Syndrome (karena pemakaian MSG sangat tinggi di restoran2 Chinese di Barat). Reaksi yang terjadi pada orang2 peka terhadap MSG mirip dengan migren, sakit kepala, pusing, mual dan terkadang muntah. Banyak penelitian dari manca negara sudah menyatakan efe negatif MSG jika dikonsumsi berlebihan, antara lain, dalam perilaku yang menjadi lebih agresif dan impulsive, dan MSG bisa mempengaruhi fungsi kelenjar seperti kelenjar reproduktif, pituitary, pineal, dan hypothalamus. Efek pada tubuh adalah peningkatan resiko ayan (bagi penderita epilepsi), badan terasa lemas dan ngantuk, hypoglisemia, sulit konsentrasi, dan obesitas.
Bagi kita yang ingin menjaga kesehatan agar fit, kebal, pintar, kreatif, dan produktif, sebaiknya berupaya keras agar menghindari penyedap rasa MSG. Marilah kita memulai budaya NO MSG demi perkembangan bangsa yang sehat dan produktif.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s